The Time Machine

Bab 62 Menikah?

Bab 62 Menikah?

Kemarahan sang penjaga keamanan menular pada orang tua yang ada di depan mereka. Ada ayah Kevin pun ada kedua orang tua Tapa. Semuanya mengarahkan matanya tajam pada dua pemuda yang sedang menunduk mengakui kesalahannya. Semua yang terlihat di area terlarang adalah hal tidak senonoh, mereka melihatnya sebagai hal tabu tanpa memikirkan penjelasan Kevin yang memang tidak masuk akal. Semua berpikir Kevin telah keterlaluan dan telah menodai Rara.

“Apa yang kamu pikirkan Kevin?” tanya Adhi membentak. Dia tak menyangka anaknya yang tidak pernah bergaul terlalu jauh dengan perempuan, tetapi berani bermain dengan sahabatnya sendiri. Ini terlalu jauh, baginya penghinaan terhadap martabat diri sendiri pun menghina keluarga Rara.

“Aku tidak melakukan apa pun pada Rara, ini kesalahpahaman.”

“Kesalahahaman apa maksudmu!”

Rara terus menunduk. Ibu dan Ayah Tapa hanya bisa melihat miris kejadian yang sedang mereka alami saat ini. Orang tua Rara masih di Kalimantan, pun Rara belum memberikan kabar ini.

Rara menunduk sambil menangis, meski dalam diam, ibu Tapa tetap saja merasa sedikit kesal dengan Kevin. Bagaimana pun Rara adalah perempuan yang dilihat sendiri tumbuh besar. Jilbab yang dikenakan oleh Rara saat ini pun menunjukan keanggunan dan harga dirinya. Bagaimana mungkin temannya sendiri yang melakukan hal kurang sopan itu.

Tangisan Rara yang makin lama tidak bisa ditahan, membuat Ibu Tapa melirik ke arah Kevin. Adhi diam, berusaha menyelami pikiran Kevin.

Adhi merasa ada yang kurang atas keterdiamannya pun sedang memikirkan akan hal itu. Namun, apa yang kurang. Melirik Kevin yang terus menunduk dan sedikit kaku dengan suasana ini, Kevin jelas tidak ingin disalahkan. Anak itu memiliki tanggung jawab yang tinggi, tetapi tidak mau disalahkan.

Melihat Rara yang makin tidak bisa menahan tangisannya membuat Adhi kasihan. Bagaimana pun pihak yang dirugikan saat ini adalah Rara.

Ruangan yang penuh ketegangan itu kosong. Menjadi sunyi, hanya dua cicak yang saling berdecak mengejek keadaan dan Rara yang mengisak ketakutan. Rara bukan takut tentang apa yang dilakukan Kevin padanya, tetapi takut pada keadaan Tapa dan Salman yang tertinggal di luaran sana.

“Kamu tidak apa?” tanya Ibu Tapa akhirnya. Rara tidak bisa menjawab, ia hanya menangis dan semakin menangis ketika mencoba berbicara. Akhirnya diam adalah hal yang paling mudah sebagai jawabannya.