The Time Machine

Bab 63 Penyesalan Kevin

Bab 63 Penyesalan Kevin

Tiada guna berdalih atau mengelak menyatakan diri tak bersalah pada rekan atau kawan. Semua itu tak akan berarti apa pun untuk saat ini. Pernikahan sudah ditetapkan dalam tiga hari. Pesta meriah bukanlah pikiran yang tepat saat ini. Prioritas orang tua saat ini adalah memastikan Kevin dan Rara menikah dengan lancar tanpa membuat gaduh banyak pihak.

Saat persetujuan pernikahan mereka, Kevin hanya mengangguk setuju dan Rara hanya diam seribu bahasa. Apa yang menjadi keputusan saat itu tidaklah penting, mereka hanya ingin masalah itu cepat selesai. Kevin memiliki kesempatan untuk mengembalikan Tapa dan Salman. Rara akan menebus rasa bersalahnya.

Kesedihan keduanya dianggap sebagai rasa penyesalan atas apa yang terjadi pada hari sebelumnya di museum itu. Padahal jauh di lubuk hati masing-masing, Kevin dan Rara lebih memikirkan bagaimana kondisi Tapa dan Salman saat ini. Apakah mereka baik-baik saja di sana dan apakah Kevin memilik kesempatan untuk mengembalikan keadaan seperti semula?

Sampai pada hari mereka dipingit. Tiga hari kemudian memang hari pernikahan mereka. Atas persetujuan orang tua, Rara dan Kevin tidak diperbolehkan berkontak, bertemu secara langsung atau pun dengan segala macam cara apa pun. Bahkan gawai mereka ikut disita.

Rara berada di kamarnya. Dia memandang wajahnya di cermin, tangisannya belum reda dari beberapa hari yang lalu. Masih terus berulang kali menangis. Dapat dihitung kapan Rara menghentikan tangisannya. Saat tidur, makan atau berusaha berkomunikasi dengan orang luar. Masalahnya, Rara sangat enggan berkomunikasi. Dia mengunci dirinya di dalam kamar. memandang wajah mirisnya di cermin besar meja riasnya.

Cklek

Pintu terbuka, Ibu Rara masuk dengan kesedihan yang ditutup nyata.

“Kamu belum makan,” ucapnya perlahan. “Makanlah dulu!” pintanya. Sepiring nasi sudah dihidangkan lengkap dengan sayur dan lauknya. Ada beberapa buah dan segelas air. Rara tetap tidak menyentuhnya. Air matanya mengalir lagi.

Jika seperti ini terus menerus, Rara bukan hanya digosipkan terpaksa nikah, tetapi juga disiksa karena kejadian memalukan tempo hari. Tentu saja hal itu akan menguatkan bukti bahwa Rara dan Kevin memang ada apa-apanya.

Setelah sampai di Jakarta kemarin, Ibu Rara selalu saja mencemaskan putrinya. Mogok makan, kerjanya hanya menangis seharian.