The Time Machine

Bab 72 Terkenal

Bab 72 Terkenal

Pernikahan Keyla dan Abraham sangat menyita waktu Adhi. Mulai dari persiapan hingga acara berakhir, semuanya terlalu mewah dan berlebihan.

Tamu undangan yang datang begitu banyak. Bukan hanya teman-teman Keyla dan Abraham. Banyak rekan bisnis dari Adhi yang datang.

Pernikahan ini semakin meriah ketika Adhi dengan sengaja mengundang beberapa wartawan. Pernikahan yang begitu apik diliput di beberapa tabloid dan televisi. Dunia maya akan dipenuhi dengan berita menikahnya putra putri keluarga Adhi.

Adhi berada di sebuah podium, memperkenalan dua pasangan yang sudah sah menjadi suami istri. Acara ijab sah yang dilakukan Keyla beberapa saat lalu membawa keduanya di tempat itu.

Tamu undangan melihat ke arah mereka. Lima orang dengan Adhi menjadi penengah jadi sorotan ratusan orang. Tempat diadakan acara ini begitu besar dan luas, tembok tinggi yang dipenuhi dekorasi emas dan perak menyatu dengan gaya pernikahan yang diidentikan dengan warna merah lugas yang menawan. Keyla yang memilih itu.

Tengah ruangan itu menjadi jalan, membelah penonton menjadi dua. Karpet merah dipenuhi dengan taburan kelopak mawar segar. Beberapa lampu dekorasi seperti sangkar burung menemani sepanjang karpet merah itu. Beberapa lilin menyala terang. Pantulan lampu di atas seperti kristal. Tata lampu yang digunakan begitu menawan.

Ada pasangan Keyla dan Abraham di sebelah kanan. Keduanya yang baru sah seperti bangsawan elok yang memesona. Keyla mengenakan gaun putih menenggelamkan kakinya. Sedangkan Abraham dengan warna senada dengan campuran biru yang tidak kentara sangat tampan dengan senyumannya.

Di sebelah kiri ada Kevin dan Rara, lebih sederhana dan anggun. Namun, tidak akan kalah bersaing dengan kakaknya.

“Kevin,” panggil Rara lebih ke arah gumaman. Tangannya terus menyahut tangan Kevin, berharap suaranya yang sangat lirih bisa di dengar olehnya.

“Ada apa?” tanya Kevin heran. Acara begitu menarik, kenapa Rara terlihat gugup.

“Bukankah ini terlalu mencolok?”

“Papa tidak ingin ada hal yang tidak diinginkan ke depannya. Sunah Rasulullah juga, kan? Kalau datang melamar diam-diam, kalau menikah ramai-ramai. Jangan biarkan timbul fitnah dan ghibah!”