The Time Machine

Bab 73 Nyonya Besar dan Nyonya Kecil

Bab 73 Nyonya Besar dan Nyonya Kecil

Mesin waktu peninggalan Jepang yang ditunggu Kevin akhirnya dibawa ke kantor milik Adhi. Adhi sudah mendiskusikannya dengan penanggung jawab museum. Meski mesin yang diinginkan oleh Adhi tidak pernah dipajang lagi, tetapi tetap menjadi koleksi museum. Oleh karena itu, Kevin hanya memiliki waktu berjangka untuk meneliti mesin itu, tidak menjadi milik Kevin selamanya. Hak pemilik tetap menjadi milik museum, tidak berpindah ke tangan Kevin.

Kegunaan mesin yang masih belum diketahui membuat penawaran yang dilakukan oleh Adhi lebih mudah dari bayangan sebelumnya. Pemindahan mesin itu pun dilakukan lebih cepat dari perkiraan.

Laboratorium di perusahaan itu seakan bertambah besar. Ruangan yang begitu luas tidak lagi diisi oleh para peneliti. Ruangan ini khusus dibentuk untuk Kevin meneliti tentang mesin peninggalan Jepang itu. Beberapa staff yang sebelumnya menggunakan ruangan ini dipindahkan ke lantai atas. Lantai yang Kevin tempati ini lantai paling bawah, berada jauh tiga lantai di bawah tanah.

Laboratorium itu cukup ketat dalam hal penjagaan. Bahkan ada dua penjaga khusus untuk mengawasi ruangan. Bagian depan ruangan lengkap berisi ruangan staf yang nantinya membantu Kevin, mulai dari keselamatan kerja hingga bagian paling sederhana seperti yang bertanggung jawab tentang listrik dan air.

“Pa!” panggil Kevin saat mesin itu sudah berada di tengah ruangan. Penerangan dari segala sisi mempengaruhi kinerja Kevin, ini cukup nyaman untuk matanya yang setiap malam lembur hanya diterangi lampu meja.

“Ya?” Adhi menoleh. Dia memandangi Kevin yang terlihat seperti orang kebingungan. “Ada apa?”

“Papa mau ikut Kevin meneliti ini?” tawarnya. Menjadi lebih dekat dengan ayahnya cukup menyenangkan. Sang ayah juga sudah bisa mengontrol temperamennya. Gaya Kevin yang lebih dewasa apalagi saat bersama Rara membuatnya tersadar bahwa almarhumah istrinya juga pasti mengharapkan tanggung jawab Adhi yang sempurna. Tidak hidup dalam masa lalu dan meninggalkan harapan masa depan.

“Boleh!” jawab Adhi sekenanya. Ia mulai memandangi mesin yang memang ada beberapa kerusakan setelah terjadi ledakan kecil saat Kevin kembali. Gambar yang dimiliki Kevin dengan keadaan mesin sekarang pun berbeda.

“Bagian ini hilang?” tanya Adhi menunjuk tuas yang sudah tidak ada gagangnya.

“Bisa improve pakai apa pun asal fungsinya bekerja!”