Tison dan Rolin

Bab 14 Sebelum Parfum Ini Habis Digunakan, Nasi Sudah Menjadi Bubur

Setelah beberapa hari berinteraksi dengan Tison, Rolin menyadari bahwa Tison adalah orang yang penciumannya sangat kuat.

Karena Rena mencarinya untuk meracik parfum untuk Tison, tentu saja dia ingin membiarkan "adik baiknya" merasakan apa itu berbuat jahat terkena imbasnya.

Pada saat meraciknya, Rolin sengaja menambahkan tiga jenis bahan yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. Hanya orang dengan penciuman yang sangat tajam yang bisa menciumnya.

Hanya orang dengan indra penciuman yang sangat tajam yang akan merasa pusing, mual hingga ingin muntah setelah mencium campuran dari ketiga bahan ini.

Bahkan walaupun Rena mengundang perfurmer terkenal di Kota Lingka untuk menilainya, berdasarkan pengetahuannya mengenai perfurmer Kota Lingka, masih belum ada yang memiliki penciuman tajam yang dapat mencium bahan yang berbeda di dalamnya.

Mungkin ini yang dimaksud dengan karma dari berbuat jahat!

Bertahun-tahun lalu, Rena sengaja mencelakai dirinya, merebut parfum yang ditinggalkan Ibu Wijaya dan sekarang bergantung dengan parfum ini.

Rolin bersandar dengan gembira. Menyalakan Tv dengan malas dan membalas email Rolin sambil menonton TV.

"Nona Rena, tiga botol parfum dibuat sepenuhnya berdasarkan dengan sampel yang kamu kirimkan. Jika kamu meragukanku, kamu bisa menyuruh perfurmer terkenal di Kota Lingka untuk mengindentifikasinya dan lihat apakah aku ada menambahkan sesuatu di dalamnya. Jika aku tidak melakukannya, maka kamu harus meminta maaf padaku!"

Rena masih mengira dirinya adalah kakak berhati polos yang ia tindas bertahun-tahun lalu?

Maaf, kembalinya ia kali ini adalah untuk membuat Rena mengerti bahwa semua barang yang diambil darinya enam tahun lalu, dirinya akan mengambilnya kembali satu persatu!

Setelah membalas email. Rolin menutup laptopnya dan meletakkannya dimeja.

Mengenai kesukaan Pasangan Hills, ia tidak mempunyai banyak prefensi. Ia hanya meminta tolong Giona untuk menelusurinya.