Tison dan Rolin

Bab 17 Ana, Tidak Perlu Berpura-pura Di Hadapanku

Ketika mendengar perkataan ini, wajah Rena yang tadinya pucat seolah-olah terjatuh ke gua es, tidak ada titik kehidupan yang tersisa.

Dia lupa, bahkan jika dia diakui sebagai tunangan Tison. Selama dia belum menikah dengan Tison secara resmi, dia adalah perfurmer Grup Kusuma!

Satu perkataan Tison langsung menembus identitasnya. Menempatkannya sebagai pesaing Grup Lianto.

Tubuh Rena terasa goyah, bagaikan daun yang gugur dimusim gugur. Hanya dengan sentuhan ringan, sudah terjatuh kelantai.

Tidak hanya Rena, namun Rolin dan Rian juga tercengang.

Tampaknya hubungan Tison dan Rena lebih buruk dari yang dia bayangkan. Rolin menarik pandangannya dari Rena.

"Presiden Tison, karena Nona Rena juga sudah meminta maaf, sepertinya sudah tidak ada lagi urusanku disini. Aku pergi bekerja dulu, aku akan datang kembali jika ada perintah dari Presiden Tison."

Rena meminta maaf, rencana awalnya sudah tercapai.

Tadinya mengira hubungan keduanya sangat baik. Demi membalas dendam pada Rena, ia harus memulainya dari hubungan mereka.

Namun saat ini kelihatannya hubungan mereka tidaklah harmonis!

Pernikahan antara keluarga kaya kebanyakan adalah untuk kepentingan bisnis. Tison mengatakan ini, jelas bahwa dia tidak menganggap Rena sebagai orang sendiri.

"Berhenti." Terdengar suara Tison yang dingin, "Siapa yang menyuruhmu keluar?"

Sengaja mengirim surat pada waktu ia pulang ke Villa. Agar dia bisa melihat isi dari surat itu. Ingin pergi begitu saja setelah tujuannya tercapai?

Langkah Rolin terhenti. Membalikkan badannya dan tetap dengan wajah yang tersenyum.

"Presiden Tison, apakah ada perintah lain?"

Tison tidak langsung berbicara, tetapi mengulangi perkataan yang dia katakan tadi, "Rian, siapkan supir untuk mengantar Nona Rena pulang."

"Baik, Presiden Tison." Rian tersenyum segan pada Rena, "Nona Rena, jangan mempersulitku."