Tison dan Rolin

Bab 18 Harus Kejam Caranya, Seperti Enam Tahun Yang Lalu

Meskipun ia dendam karena Tison telah mengambil keperawanannya.

Jika bukan karena Tison terus mencari dirinya, Rena juga tidak akan mencelakai dirinya!

Intinya, pria tampan didepan ini adalah biang keroknya.

Sebagai seorang perfurmer, Rolin telah bertemu banyak pria tampan di dalam maupun luar negri. Entah itu putra keluarga kaya ataupun bintang Hollywood. Namun jika dibandingkan dengan Tison, seketika orang-orang itu kehilangan kecemerlangan mereka.

Harus diakui, Tuhan memberikan tampang yang sangat baik kepada Tison.

Walaupun ia tertidur, itu bahkan tak dapat menyembunyikan ketampanannya. Masuk akal banyak wanita yang tergerak olehnya.

Rolin duduk disofa, lagipula dia sudah bekerja cukup lama, sudah waktunya ia istirahat.

Dia menopang dagunya, menikmati keindahan didepan matanya.

Mengamatinya dengan cermat, terlihat mata Tison sedikit gelap.

Meski tidak terlihat jelas, tapi seharusnya itu berhubungan dengan istirahatnya.

Dulunya Rolin berpikir bahwa Rena ingin dirinya membuat parfum yang bisa membuat pria tidur nyenyak karena Tison sibuk dengan pekerjaan dan tidak mau istirahat.

Namun sekarang, jika dipikir-pikir, apakah jangan-jangan karena Tison memiliki masalah dengan tidurnya dan perlu aroma wewangian untuk membantunya tidur?

Itu sebabnya dia memaksa dirinya untuk tidur dengannya di kamar pribadinya pada siang hari setiap harinya.

"Rubah kecil..."

Bisikan yang mempesona terdengar ditelinga Rolin.

Dia tersadar, mendengar Tison sedang mengigau.

"Rubah Kecil", entah julukan untuk wanita mana yang memiliki hubungan dengannya!

Lebih baik cepat membalas dendam pada Rena, lalu kemudian pergi!