Tison dan Rolin

Bab 19 Tidak Mungkin Bagi Seorang Wanita Yang Membawa Beban Untuk Bergabung Ke Keluarga Lianto

"Presiden Tison, sekarang sudah jam 10 malam, Asisten Ana sudah pulang sejak awal..."

Sejak Tison mengambil alih Grup Lianto sejak umur 15 tahun, Rian sudah mengikutinya.

Selama bertahun-tahun, dia tahu bahwa bosnya terganggu dengan masalah insomnia.

Grup Lianto memiliki keuangan yang kuat. Sudah mencari dokter ternama di Kota Lingka, namun masih sulit untuk meredakan insomnia Tison.

Tak disangka, Asisten Ana yang baru bergabung ke perusahaan tidak sampai seminggu, Presiden Tison dapat beristirahat dengan tenang selama ada Asisten Ana. Dan Asistennya ini tidak perlu lagi mengawatirkan Presiden tidak dapat beristirahat dengan tenang.

Rian sangat berterima kasih pada Asisten Ana.

"Aku tahu." Tison menekan alisnya dengan jari-jari rampingnya, "Siapkan mobil untuk kembali."

"Baik."

"Tunggu." Tison menghentikan Rian, "Gunakan kontak perusahaan untuk menyelidiki Ana, termasuk orang yang sering berinteraksi dengannya diluar jam kerja."

Aroma wanita ini memberinya rasa yang familiar dan tenang.

Namun dia sangat yakin bahwa dia belum pernah bertemu dengan Asisten Ana sebelumnya.

Rian berkata, "Presiden Tison, bukankah kamu sudah menyelidi latar belakang Asisten Ana sebelumnya?"

Jarang ada orang yang tidak dapat ditelusuri latar belakangnya oleh Grup Lianto.

Siapa yang membantu Asisten Ana menghapus semua masa lalunya?

Rolin berjalan kembali ke apartemen di bawah sinar bulan. Membuka pintu dan meletakkan barang-barang yang dibawanya di rak sepatu.

Ruangan sunyi, Nevan dan Nessa tampaknya sudah beristirahat.

Ada kotak kemasan makanan yang kosong dimeja makan, sedikit perasaan bersalah tergelincir dihati Rolin.

Aroma di ruangan kerja rumahnya sedikit berkurang. Dia menelepon putranya ketika pulang kerja. Menyuruhnya untuk menjaga adiknya, dirinya memiliki pekerjaan untuk disibukkan.

Nevan menyetujuinya dengan cepat.