Tison dan Rolin

Bab 24 Apa Yang Terjadi Tadi Malam

Rolin tahu jelas, kebohongan apa yang dimaksud Tison.

Ekspresi wajah dan senyuman pria ini, membuatnya mengira bahwa Tison telah mengetahui identitas aslinya.

Kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi sedikit gemetar.

Untungnya, ia sudah berpengalaman, dengan cepat ia menenangkan dirinya. Melemparkan tasnya ke sofa, duduk diseberang Tison dengan anggun.

Ia mempertahankan senyuman yang anggun, berkata dengan lembut, "Presiden Tison, benar yang kamu katakan. Mari kita bicarakan intinya, Presiden Tison memanggilku datang ke perusahaan begitu larut, tentu bukan untuk menguji apakah aku akan berbohong padamu atau tidak, bukan?"

Rolin telah memulihkan ketenangannya, matanya yang jernih tampaknya dapat berbicara. Ia mengedipkan mata pada Tison.

"Aku menebak Presiden Tison memanggilku ke perusahaan begitu larut, apakah karena Pasangan Hills? Atau mungkin Presiden Tison sudah menetapkan waktu pertemuan dengan Pasangan Hills?"

Setelah mendengar perkataan Rolin, Tison menarik kembali ekspresi candaanya barusan.

Tatapan yang sulit dipahami itu tertuju wanita sembrono didepannya.

"Kamu sangat pintar." Setelah lama terdiam, Tison berkata, "Tapi terkadang, menjadi terlalu pintar bukanlah hal yang baik. Hati-hati, jangan sampai terperangkap dalam kepintaranmu sendiri."

Peringatan dalam nada pria itu membuat Rolin sedikit berkeringat dingin.

Tison meliriknya, mengangkat kopi dan menyesapnya untuk melembabkan tenggorokannya.

"Pertemuan pribadi Pasangan Hills denganku dijadwalkan sabtu depan, kamu akan menjadi asisten dan pasanganku untuk hadir bersama."

"Tunggu Presiden Tison." Rolin menekan kata kuncinya, "Pasangan? Apakah kamu tidak membawa tunanganmu?"

Benar ia ingin memisahkan Rena dan Tison.

Tapi dia tidak bodoh. Tison dan Rena adalah pasangan yang diakui publik, pria ini jelas ingin mempergunakan dirinya sebagai senjata.

Rolin menatap Tison dengan tatapan serius, "Presiden Tison, mari kita bicarakan terang-terangan. Sebagai bawahanmu, aku tidak berani mengomentari bagaimana hubunganmu dengan Nona Rena. Namun, jika kamu ingin menyuruhku menjadi pasanganmu untuk menghadiri pertemuan, aku bisa tidak menyetujuinya. Sebagai bawahan, asisten pribadi ataupun perfurmer Grup Lianto, ini adalah posisi yang cocok bagiku."

Suara Rolin jernih dan tajam.

Usai bicara, dia dengan tenang menunggu jawaban Tison.