Tison dan Rolin

Bab 27 Rena, Kamu Pandai Sekali

Bahu rapuh Rena sedikit gemetar.

Dia mengenakan piyama katun rendah putih, terlihat polos, ditambah dengan ekspresinya yang lemah dan rapuh saat ini. Membuat para pelayan merasa kasihan.

Nona Rena, sungguh wanita yang sangat baik.

Dia menyelamatkan Tuan Muda enam tahun lalu dan tidak meninggalkan namanya. Sekarang, Tuan Muda pulang begitu larut setiap harinya, ia juga tidak marah, sebaliknya hanya menunggu dalam diam.

"Tison, aku mendengar Pasangan Hills akan datang ke Kota Lingka, benarkah?"

Tison menaikkan pandangannya, melihat wanita didepannya dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan tajam. Mengangguk pelan, memberi isyarat padanya untuk melanjutkan.

"Kalau begitu perjamuan bersama Pasangan Hills minggu depan, bisakah kamu membawaku? Kita berdua sudah lama tidak keluar bersama di depan umum. Memanfaatkan kesempatan ini..."

"Bagaimana kamu tahu aku bersosialisasi dengan Pasangan Hills?" Tison menyela Rolin dengan dingin, menatapnya dengan tatapan tajam, "Kamu menyuruh orang untuk menelusuriku?"

Seketika Rena menyadari bahwa biasanya Tison paling benci orang memaksanya. Apa yang dia katakan barusan benar-benar bertentangan dengan kemarahannya.

"Tidak, ibuku yang memberitahuku. Kamu juga tahu, perusahaan keluarga kami memproduksi parfum dan Pasangan Hills juga menyukai parfum. Jika kamu membawaku, mungkin akan mendatangkan keuntungan bagimu? Atau mungkin, aku bisa membuat parfum yang disukai Pasangan Hills!"

Rena ingin menggunakan kesempatan ini untuk mempertunjukkan statusnya sebagai perfurmer nomor satu di Kota Lingka, kapan lagi jika bukan sekarang?

Tison menajamkan bibir tipisnya, tersenyum sinis, "Kamu hanya perlu mempelajari keterampilan membuat parfummu saja, tidak perlu fokus pada Grup Lianto."

Usai bicara, Tison menaikkan pandangannya, melirik pelayan yang berhenti disebelahnya, "Antar Nona Rena ke kamar."

Usai bicara, pria itu bangkit. Dengan embusan angin, aroma tubuhnya masuk ke hidung Rena.

"Tunggu!" Rena mencium aroma yang asing dari tubuh Tison, ekspresinya menjadi curiga.

Bau ini pasti bukan parfum yang ada di pasaran.

"Tison, bagaimana ada aroma parfum wanita ditubuhmu...." Rena masih tidak berani percaya bahwa tunangannya akan berselungkuh dengan wanita lain.