Tison dan Rolin

Bab 3 Wanita Ini Menarik!

Resepsionis melihat ada yang datang, tiba-tiba ekspresi sombongnya berubah menjadi gugup.

"Presiden....dia, wanita ini bilang ingin melamar menjadi asistenmu. Aku baru saja ingin menyuruh satpam untuk mengusirnya!"

Kata Resepsionis dengan berhati-hati, karena takut Tison akan marah dan memecatnya.

Walaupun Rolin sudah mempersiapkan diri. Namun, ia masih tidak dapat menahan diri, ia gemetar ketika mendengar suara ini.

Kenangan malam enam tahun lalu, bagaikan bekas yang menjejak dihatinya, tidak dapat dihilangkan.

Setelah menenangkan diri, Rolin berkata dengan tenang, "Presiden Tison. Aku datang untuk melamar menjadi asisten!"

Suaranya sedikit familiar!

Kecurigaan melintas ditatapan Tison. Ketika melihat kacamata hitam yang menutup setengah dari wajah Rolin, ia mencibir, "Datang melamar menjadi asisten, malah memakai kacamata hitam. Sangat tinggi sekali harga dirimu!"

Saat berbicara, Tison melangkah maju. aroma tubuh Rolin membuat Tison mengernyit.

Rolin menajamkan sudut bibir, perlahan melepas kacamata hitamnya.

Ketika Rolin memperlihatkan wajahnya, raut wajah dingin Tison sedikit mengendur.

Wanita didepannya memiliki tatapan yang jernih dan ekspresi yang murni diwajahnya. Sepasang mata persiknya yang sedikit terangkat menambah pesona pada wajah kecilnya yang polos. Seolah-olah dapat membuat orang terpesona dalam sekejap waktu.

Untuk pertama kalinya Tison melihat ada wanita yang dapat memadukan polos dan pesona dengan sedemikian rupa.

Pandangan pertama adalah menakjubkan, pandangan kedua adalah kejutan dan pandangan ketiga adalah tersentuh.

Sudut mulut Rolin sedikit terangkat, ia berkata, "Apakah Presiden Tison sudah cukup memperhatikannya?"

Ketika Tison memandangnya, dirinya juga diam-diam memperhatikan Tison.

Pria ini adalah pria yang mempermainkannya hingga sekarat enam tahun lalu.