Tison dan Rolin

Bab 30 Parfum Yang Mengandung Kehidupan Mereka

Rolin sengaja tidak menyemprotkan parfum hari ini.

Story of Necklace harus berada di ruang yang bersih di mana esensinya dapat diwujudkan dengan lebih baik. Semakin sedikit orang yang menyemprotkan parfum, semakin baik.

Untuk mencegah Tison menggunakan parfum pria, Rolin sudah secara khusus mengirimkan pengingat di WhatsApp yang tak terhitung jumlahnya, "Presiden Tison, jangan pakai parfum pria! Ingat!"

Tison merasa dia menyebalkan, langsung memblokirnya.

Namun begitu, ketika Rolin berjarak sangat dengan Tison, aroma samar bunga lili ditubuhnya masih dapat dicium oleh pria itu dengan mudah.

Setelah mendengar perkataan Rolin yang sedikit menggoda, wajah tampan Tison menjadi muram.

Menyukainya?

Apa yang dipikirkan wanita ini setiap hari.

Dia berbalik dan membuka pintu ruangan, Rian hendak berbicara, ia langsung mendengar Rolin mengatakan perkataan yang mengejutkan, "Jika Presiden Tison bukan menyukaiku, maka kamu benar-benar tertarik padaku?"

"Puff___" Rian tidak bisa menahan diri, hampir muntah darah.

Asisten Ana sangat berani!

Apa yang baru saja ia katakan? Presiden Tison menyukainya?

Orang-orang diseluruh dunia mungkin akan menyukainya, namun Presiden Tison tidak akan mungkin...

Rolin mengedipkan matanya. Mengalihkan pandangan melihat Rian, kemudian menunjukkan senyum yang sopan, "Asisten Rian, jangan memikirkannya. Aku hanya bercanda dengan Presiden Tison."

Setelah berbicara, dia juga mengedipkan mata pada pria itu.

Siapa suruh dia menilai jelek penampilannya yang begitu sempurna!

Rian merinding.

Jika wanita lain berani berbicara dengan Presiden Tison seperti ini, sepertinya sudah dipecat sejak awal!

Dengan keberanian, dia mengangkat kepalanya dan melirik Tison. Selain wajah yang muram, tidak ada ekspresi tambahan lain di wajahnya.

Hei, Presiden Tison tampaknya masih sangat toleran terhadap Asisten Ana.