Tison dan Rolin

Bab 32 Menggendongnya Turun Dari Mobil?

Rolin terhuyung-huyung dan hampir menginjakkan kaki kanannya diatas kaki kirinya.

"Aduh", kemudian ia bersandar pada dinding. Ia menutup matanya dengan tangan dan bersendawa.

"Presiden Tison, apa yang kamu katakan." Suara wanita itu terdengar genit.

Mengapa terasa sedikit panas?

Dia mengulurkan tangan ingin melepaskan pakaiannya. Namun dia menyadari bahwa dia tidak mengenakan jas biasanya, bahkan tidak memiliki kerah. Ia tidak dapat melepaskannya.

Rolin mengedipkan matanya, merasa sedih. Matanya tampak berkabut.

Sambil ia memikirkan bagaimana melepaskan pakaiannya, agar dirinya bisa lebih nyaman. Ia sambil menjawab pertanyaan Tison.

"Tentu saja Well Hills baik...hmm...tapi aku harus bekerja ke luar negri! Masih .....ee....ada yang harus aku selesaikan di Kota Lingka. Aku harus menyelesaikan masalah di Kota Lingka.....aduh bagaimana melepaskan bajuku ini?"

Rolin menggosok pinggangnya, akhirnya ia menemukan resletingnya.

"Akhirnya kutemukan..."

Sambil berbicara, ia ingin membuka pakaiannya dengan linglung.

Wajah pria dihadapan Rolin semakin muram.

Kemampuan minum Ana begitu buruk?

Hanya minum beberapa gelas saja sudah mabuk?

Tison melepas jasnya dan langsung melemparnya ke kepala Rolin.

Wanita yang sudah membuka setengah resleting gaunnya, tiba-tiba cahayanya terhalang oleh jas hitam.

"Apa ini? Mati lampu?"

Tison, "...."

Dahinya sedikit berkedut. Detik berikutnya, suara acuh tak acuh terdengar dari atas kepala Rolin.

"Kamu tidak keberatan orang lain melihat tubuhmu sendiri. Aku yang keberatan orang lain mengira Asisten aku memiliki keanehan. Pakai jas itu, pulang dulu."