Tison dan Rolin

Bab 33 Gosip

Wanita di bawah sinar bulan bagaikan peri yang menyihir hati orang.

Bibir merahnya mengucapkan kata-kata rayuan.

Usai bicara, Rolin tersenyum. Berbalik dan mengangkat tasnya kearah Tison, "Terima kasih Presiden Tison sudah mengantarku pulang!"

Setelah berbicara, dia menginjak sepatu hak tinggi dan berjalan ke apartemen dengan mempesona.

Baru saja terlihat anggun beberapa detik, ia hampir terjatuh ke lantai.

Bibir Tison sedikit melengkung. Wanita yang berpura-pura sexy sama sekali tidak terlihat menarik.

......

Ketika kembali ke rumah, Rolin baru teringat bahwa dirinya mengenakan jas Tison.

Karena perintahnya, pria itu tidak menyemprotkan parfum apapun pada jasnya, namun masih ada aroma musk yang samar.

Selain musk, juga ada sedikit bau alkohol.

Rolin mengernyit, bagaimana bisa dia memakai jas Tison kembali ke rumah?

Bagaimana sekarang, apakah dirinya harus membantunya mencucinya?

Setelah memikirkannya, Rolin melepaskan sepatu hak tingginya, melemparkan jas buatan tangannya ke sofa. Mengambil jubah mandi dan mandi di kamar mandi. Lalu kembali ke kamar dan tertidur tak lama kemudian.

Hari berikutnya adalah hari Minggu.

Kecuali petugas yang bertugas, tidak banyak orang di gedung Grup Lianto.

Tetapi satu jam kemudian, orang-orang yang tidak perlu pergi bekerja hari ini bergegas ke perusahaan.

Supervisor mereka tiba-tiba mengumumkan bahwa Grup Lianto akan bekerja sama dengan Grup Well Hills untuk menjadi agen merek Well Hills terbesar di Kota Lingka bahkan nasional. Dan merek Well Hills juga akan menggunakan parfum Ana sebagai elemen gaun baru seri musim semi mereka.

"Ana, Ana yang mana?" Ada yang tidak tahu.

"Yang mana lagi, tentu saja Ana yang datang melamar menjadi asisten presiden Tison itu. Yang akhirnya berhasil itu!"