Tison dan Rolin

Bab 34 Membanting Barang Ana

Rena melangkah masuk Grup Lianto dengan anggun.

Orang berlalu lalang di Lobi, sungguh ramai.

Dari saat Rena masuk, semua orang tiba-tiba menjadi hening.

Mereka semua menatap Rena dengan tatapan menggosip. Mereka semua tahu bahwa Rena sudah enam tahun menjadi tunangan Tison. Entah sudah berapa banyak media yang mengumumkan Rena akan menikah dengan Tison. Ditambah dia adalah putri emas dari Keluarga Kusuma yang terkenal di Kota Lingka. Tidak ada karyawan di Grup Lianto yang berani menentangnya.

Rena berjalan ke meja resepsionis dengan sepatu hak tinggi merah mudanya, dengan tangan bertumpu pada meja, bibir merahnya sedikit terbuka.

"Aku ingin menemui Tison."

Resepsionis sekilas langsung mengenali wanita di depannya adalah tunangan presiden Grup Lianto dan dengan cepat bangkit dan mengangguk dengan sopan.

"Mohon tunggu sebentar Nona Rena."

Dia tidak mampu menyinggung Rena. Bagaimana jika Rena menjadi istri presiden suatu hari nanti. Bukankah merupakan hal yang mudah untuk memecatnya?

Resepsionis memutar telepon.

Setelah mendengar ini, Rian sedikit mengernyit, "Tunggu sebentar."

Kenapa Nona Rena datang ke kantor hari ini?

Mungkinkah karena mendengar Asisten Ana memenangkan kerja sama Grup Lianto dengan Perusahaan Well Hills. Dia merasa tidak senang dan datang berbuat onar?

Rian tidak punya waktu untuk memikirkannya. Ia buru-buru pergi ke ruangan Presiden dan menyampaikannya pada Tison.

Tison tampak tenang, hanya sedikit mengernyit dan senyuman ejek keluar dari sudut bibirnya.

"Biarkan dia naik."

Dia ingin melihat apa yang ingin dilakukan Rena hari ini.