Tison dan Rolin

Bab 35 Membunuh Tanpa Meninggalkan Jejak

Rian berpikir dalam hati. Berdasarkan karakter Asisten Ana, jika ia mengetahui hal ini. walaupun Asisten Ana tahu bahwa Rena adalah tunangan Presiden Tison, ia juga pasti akan membalas dendam pada Rena!

Entah kenapa, Rian merasa Ana memiliki kepribadian yang keras. Jika ada yang menyinggungnya, ia juga pasti akan menampar balik.

Jari-jari ramping Tison memijit alisnya. Setelah beberapa saat, ia berkata, "Beri kamu cuti setengah hari, belikan semua barang Ana yang rusak dan meletakkannya di atas mejanya."

"Apakah aku yang membayar biayanya atau...?"

Tison melirik Asistennya dengan tatapan tajam, "Potong dari rekeningku."

Rian baru merasa lega.

Dia mulai memeriksa barang-barang pribadi Anna dengan sabar dan hati-hati.

Ia tercengang saat memeriksanya. Dulu ia mengira bahwa Ana hanyalah orang kaya biasa, karena dapat membeli Apartemen kelas atas di Kota Lingka dan mobil sport. Namun siapa sangka gelas yang biasa ia gunakan adalah gelas koleksi terbatas dari perancis!

Mengecek harganya, harganya sudah mendekati delapan digit!

Rian hampir terjatuh ke lantai sangking terkejutnya.

Kenapa Rena harus melempar barang Asisten Ana! Walaupun bukan menghabiskan uangnya sendiri, Rian juga merasa sakit hati.

Dia membuat daftar, hanya botol parfum kaca yang tidak dapat dibeli. Sepertinya itu dibuat sendiri oleh Asisten Ana, hanya inspirasi Asisten Ana yang bisa mengembalikan botol parfum itu.

Sepertinya dia masih harus memberi tahu Asisten Ana tentang ini.

......

Setelah Rena keluar dari ruangan Tison dengan marah, semua orang memandangnya dengan tatapan penuh gosipan.

"Apakah kamu sudah dengar, sepertinya Nona Rena bertengkar dengan Presiden Tison di kantor."

"Bagaimana kamu mengetahuinya?"