Tison dan Rolin

Bab 38 Ingin Mempermalukannya? Tidak Akan Ada Kesempatan

Villa Tua Keluarga Lianto terletak didaerah terkaya yang tua yang terkenal di Kota Lingka.

Disebut daerah terkaya tua karena sebagian besar adalah bangunan kuno. Setiap villa disini sangat mahal sangat mengejutkan. Bahkan jika CEO perusahaan biasa dan bintang-bintang itu ingin membeli vila di sini, mereka juga tidak memenuhi syarat.

Villa tua keluarga Lianto adalah villa tua dengan sejarah lebih dari seratus tahun.

Antik, bahkan pohon dan bunga di taman pun antik!

Rolin telah melihat banyak villa bangsawan di luar negeri, tetapi hanya sedikit yang bisa mencapai tingkat rumah tua keluarga Lianto.

Dia berdiri sejenak diluar, menarik kembali perhatiannya dan berjalan masuk.

Interiornya didekorasi dengan mewah, sangat kontras dengan eksterior antik.

Seorang pelayan datang dan berkata dengan lembut, "Nona Ana, Nyonya sudah menunggumu di ruang tamu."

Melalui beberapa koridor, tiba di ruang tamu.

Di ruang tamu yang megah, ada lampu gantung besar bergaya istana barat.

Nyonya Lianto mengenakan cheongsam sulam buatan tangan yang sangat indah. Ia bersandar di sofa, melihat Rolin datang, ia mengangkat kelopak matanya sedikit dan melirik ke arahnya.

Matanya berbolak balik memandang Rolin.

Dari wajahnya hingga ke kakinya. Lalu dari kakinya kembali lagi ke wajahnya.

Akhirnya, tatapan tajamnya tertuju pada mulut Rolin. Nyonya Lianto mendengus dingin dan berpikir dalam hati. Tidak heran dia bisa memasuki ruangan anaknya, penampilannya memang jauh lebih cantik dari Rena. Namun sayangnya ia tidak memiliki latar belakang yang mendukungnya terbang tinggi.

Wanita yang bisa menikah masuk ke Keluarga Lianto, bukan hanya sekedar wanita cantik yang tidak bisa apa-apa.