Tison dan Rolin

Bab 4 Sebuah Ciuman Langsung Membuatnya Kacau

"Apakah kamu tahu apa yang sedang kamu bicarakan?" Tanya Tison dengan suara tajam sambil mengernyit.

Keyakinan di wajahnya membuat Tison ragu.

Rolin terkekeh, "Biarkan aku bergabung dengan Grup Lianto, aku akan membantu kamu memenangkan kerja sama dengan pasangan Hills!"

"Kesepakatan ini tidak merugikan Presiden Tison!"

Rolin cukup yakin bahwa Tison tidak akan menolak.

Tidak ada seorang pengusaha yang akan menolak sepotong daging segar seperti itu.

"Presiden Tison, pikirkanlah dengan baik!"

Disebelahnya, Rian mengingatkannya dengan suara pelan. Menurutnya, wanita ini berusaha mendekati Presiden Tison dengan cara apapun, mengatakannya tanpa memikirkannya!

Tison melambaikan tangan, mengangkat alisnya.

Dia mengira dirinya sudah berpengalaman. Namun, ketika menghadapi wnaita ini, ia seolah-olah tidak dapat melihat niatnya sama sekali.

"Lalu mengapa kamu mau membantu Grup Lianto?" Tanya Tison dengan dingin. Sebelum dia mengetahui alasannya, ia tidak ingin menambahkan sebuah ketidakpastian disekitarnya secara tidak jelas.

Rolin berdiri, kedua tangannya menopang diatas meja. Perlahan mendekati Tison, sepasang mata besarnya tampak menggoda, "Karena....aku menyukai Presiden Tison! Mencari keuntungan terlebih dulu, bukankah begitu?"

Nadanya yang menggoda, nafas yang dihembuskan mengenai wajahnya, serta mengeluarkan aroma yang samar.

Tison tidak bergerak, ia meredakan tatapan tajamnya.

Ketika Rian melihat ini, matanya hampir saja terjatuh di lantai.

Siapa....siapa yang bisa memberitahunya, dari mana Nona Ana ini berasal?

Ia bahkan berani menggoda Presiden Tison, apakah dia tidak takut diputuskan kaki tangannya dan dibuang?

Namun kenyataannya, Tison tidak bereaksi. Bahkan aroma tubuh wanita didepan ini membuatnya ketagihan.

"Aku menyetujuinya!"

Tison menyetujuinya, ini yang membuat Rian semakin terkejut.

Apakah pohon besi juga bisa mekar?