Tison dan Rolin

Bab 5 Kakak, Kita Harus Melindungi Mama Bersama

Pria berkacamata itu bernama Santo Wijaya, seorang detektif pribadi.

Selama bertahun-tahun, Rolin terus memperkerjakan Santo untuk mencari informasi Ibu Wijaya dalam negeri.

Enam tahun yang lalu, dia bersembunyi di luar negeri dengan tergesa-gesa dan akhirnya menetap. Hal pertama yang dilakukan adalah meminta seseorang untuk menemukan Ibu Wijaya

Pada saat itu, satu-satunya hal yang tidak bisa dia lepaskan adalah Ibu Wijaya.

Bagaimanapun, Ibu Wijaya telah membesarkannya selama lebih dari sepuluh tahun dan dia seperti Ibu kandung di dalam hatinya.

Rolin tidak tahu siapa orang tua kandungnya, dulu ia juga pernah berpikir ingin mencari orang tua kandungnya.

Tetapi setiap kali ide ini muncul dalam benaknya, dia akan dengan cepat menghapusnya.

Dulu, merekalah yang dengan kejam meninggalkan dirinya di panti asuhan.

Karena itu, Rolin tidak memiliki perasaan sedikitpun pada orang tua kandungnya.

Di dunia ini, selain dua bocah itu, Ibu Wijayalah satu-satunya kerabatnya.

Tapi kemana Ibu Wijaya pergi?

Awalnya ia mengira Rena telah mencelakai Ibu Wijaya. Namun kemudian ia mengetahui bahwa Rena juga sedang diam-diam mencari Ibu Wijaya.

Dan keberadaan Ibu Wijaya seperti sebuah misteri.

Dari awal hingga akhir, Rolin tidak menemukan petunjuk apapun.

Santo mendorong kacamata bingkai emasnya, berkata dengan tenang, "Kali ini kami mendapat sedikit informasi. Terakhir kali Ibu Wijaya muncul adalah di Villa Sandona.

"Ini adalah foto CCTV yang kami dapatkan menggunakan teknologi kami!"

Santo mengeluarkan foto dari tasnya, meletakkannya di depan Rolin.

Sungguh tidak mudah untuk menemukan foto CCTV beberapa tahun lalu.

Jadi, foto ini tidak terlalu jelas. Namun meskipun demikian, dalam satu tatapan, Rolin langsung dapat mengenali bahwa itu adalah Ibu Wijaya yang membesarkannya.