Tison dan Rolin

Bab 60 Ana Melawan Semua Perfurmer Di Grup Lianto

Rolin masih tidak menyadari tatapan pria di sebelahnya yang melihat ke arahnya, itu sudah bukan lagi kekaguman yang sederhana.

Tison tidak pernah memiliki ketertarikan yang begitu dalam pada seorang wanita.

Mungkin ada seorang wanita yang pernah membuatnya muncul rasa tertarik pada enam tahun yang lalu, tapi menghilang dalam sekejap seperti meteor.

"Presiden Tison, tujuan utama kamu adalah memastikan bahwa parfum yang aku buat dapat dipasarkan dengan lancar kan. Rolin mungkin sudah bisa menebak pemikiran Tison sejak pertama kali melihat Tison.

Hatinya tanpa sadar merasa sedikit takut pada Tison.

Setelah selesai mengatakan tebakannya, Rolin mengangkat kepalanya, baru saja bertatapan dengan mata Tison, punggung Rolin seketika membeku.

Aura Tison sangat kuat.

Rolin yang menjadi asistennya Tison, biasanya berada di satu kantor yang sama dengan Tison, Rolinsering kali bisa merasakan aura Tison yang sebagai seorang atasan.

Pada saat ini, aura kuat yang keluar dari tubuh Tison tidak seperti seorang atasan, tapi lebih seperti seorang pria yang menangkap mangsa.

Rolin tanpa sadar menelan ludah, bahkan tidak tahu perkataan yang baru saja dikatakan olehnya benar atau tidak.

Tison yang sekarang membuat Rolin memiliki perasaan yang kembali ke kejadian malam pada enam tahun yang lalu.

Rolin mengepalkan tangannya, kemudian memasuki kondisi yang waspada, "Presiden Tison?"

Mata Tison yang hitam menjadi sedikit lembut, matanya jatuh pada tangan Rolin yang mengepal dengan waspada, Tison berhenti sebentar.

Hanya tingkat semacam ini saja sudah takut, biasanya masih berani memprovokasinya?

Saat melihat tingkah laku Rolin yang ingin berpura-pura menjadi babi dan memakan harimau tetapi tidak berani memakannya, Tison mengangkat bibirnya dan tersenyum.

"Ana, kamu sangat pintar. Tapi kamu masih harus menangani sekelompok orang yang ada di luar, apakah kamu tahu?" Tison menjadi tertarik, sengaja mendekati telinga Rolin dan menempel di daun telinganya, berbisik seperti sepasang kekasih.

Satu demi satu kata.

"Kamu perlu membangun kepercayaan, ini adalah perintah."

Suara yang dalam dan seksi disertai dengan napas, menyapu daun telinga Rolin dengan lembut.

Jantung Rolin berdetak sangat cepat.

Telinga tanpa sadar menjadi panas.

Bahkan jika Rolin memiliki dua anak, tapi Rolin tidak pernah berpacaran.

Apalagi setelah kejadian pada malam itu, Rolin tidak pernah membuat tindakan yang begitu dekat dengan pria.

Novel akan diperbarui setiap hari. Kembalilah dan lanjutkan membaca besok, semuanya!