Tison dan Rolin

Bab 8 Aroma Parfum Yang Familiar

Asisten Rian, apakah masih ada hal lain yang perlu dijelaskan kepadaku? Jika tidak, beritahu saja aku apa yang perlu aku kerjakan hari ini, dimana ruangan kerjanya." Rolin berkedip, berpura-pura tidak melihat gerakan kecil Rian.

Rian tersadar kembali, membawa Rolin ke ruangan kerjanya yang berada di samping ruangan Presiden Tison.

"Asisten Ana, mulai sekarang ini akan menjadi ruangan kerjamu. Hari ini, kamu hanya perlu membiasakan diri dalam proses pekerjaan dulu. Aku sudah menyusun semua hal yang disukai Presiden Tison dan sudah meletakkannya dimejamu. Kamu harus menghindari hal-hal yang tidak disukai Presiden Tison pada saat bekerja, jika tidak kamu akan dipecat!"

Rolin mangangguk, menunjukkan bahwa dia akan membaca catatan mengenai hal yang disukai Presiden Tison dan mengingatnya.

Setelah mengantar Rian pergi. Rolin melihat dokumen yang tebal dimejanya tentang hal yang disukai oleh Tison, ia terdiam dan mengerucutkan bibirnya.

Dia menyampingkan dokumen dan membuka paket yang berisi parfum sampel yang dikirimkan Rena.

Sebagai seorang perfurmer, Rolin memiliki prinsipnya tersendiri, yaitu tidak akan meniru parfum orang lain.

Jika parfum yang dikirim Rena adalah karya dari perfurmer terkenal, walaupun dia sudah menerima uang Rolin dan ingin membalas dendamnya, dia juga tidak akan pernah membiarkan dirinya melanggar prinsip.

Rolin membuka botol parfum dan menciumnya dengan lembut.

Seketika, matanya yang menawan bersinar dan pupil matanya mengecil.

Aroma ini!

Rolin takut indra penciumannya salah, jadi dia menenangkan pikirannya dan menciumnya lagi.

Ia mengernyit, wajahnya menjadi serius.

Sampel parfum yang dikirim Rolin adalah parfum yang dibuat khusus oleh Ibu Wijaya untuk dirinya, tepat pada bertahun-tahun lalu ketika dia dan Ibu Wijaya berada di pedesaan.

Hanya menciumnya dengan pelan saja, seluruh jiwa akan dimurnikan.

Sebelum kembali ke Keluarga Kusuma, Ibu Wijaya secara khusus menyiapkan beberapa botol untuknya.

Rolin menyimpan beberapa botol parfum itu bagaikan harta karun. Namun karena dicelakai oleh Rena, secara tidak sengaja beberapa botol parfum yang ditinggalkan Ibu Wijaya untuk dirinya, jatuh ketangan Rena.