WEDDING HELL

17. Gravity (1)

Bab 17 Gravity (I)

.

Sasuke menarik napas saat memasuki sebuah jewelery galery ternama. Dalam rangka mengambil hati Hinata kembali, dia akan membuat rencana makan malam romantis.

Ia akan menghadiahkan cincin cantik di atas dessert. Semuanya akan sempurna dengan musik yang indah dan permintaan maafnya akan diterima.

Mereka akan bahagia.

Sasuke tersenyum melihat sebentuk lingkaran cantik dengan berlian berwarna keunguan yang bahkan belum dipotong. Desainnya memukau Sasuke. Begitu sederhana dan elegan. Ia tahu selera istrinya. Dan tak bisa membendung kebanggaan bahwa ia tahu banyak hal tentang Hinata.

Sasuke mengemas cincin itu dengan kotak beludru berwarna biru. Langkahnya terasa ringan, ia kemudian melarikan kuda jingkraknya ke arah toko bunga. Tak sabar memberikan malam yang berkesan kepada sang juwita hati.

.

*****

.

.

Kadang, ada banyak masa lalu yang dipikir Sasuke bisa disingkirkan dengan mudah. Perasaannya pada Ino bukan cinta, hanya sebagai pelampiasan serta wujud perasaan bersalah.

Tapi wanita di hadapannya ini beda.

Yugao adalah sebuah distraksi yang tak pernah mampu Sasuke tolak keberadaannya. Bad side Sasuke yang tersayang sampai—ia tak mau membagi kisahnya dengan yang lain.

Ibarat gundik, Yugao jelas kesayangan raja, sampai-sampai ia perlu melindungi si gundik agar tak terendus. Mereka selalu main bersih, tanpa perlu sebuah simpul bernama cinta—atau hal yang melibatkan banyak emosi. Hanya hal mendasar bahwa mereka bersahabat, sebelum hal terkutuk itu berubah menjadi friend with benefit.

Tak dinyana apa yang ia lakukan berbuah kesialan atau-mungkin juga karma dengan menghasilkan janin. Oh, mungkin harusnya Sasuke menulis sebagai anaknya jika memang janin itu lahir. Toh nyatanya keduanya lebih memilih jalan paling rasional untuk tidak memberi kesempatan pada janin malang itu dan memilih mengaborsinya.

Sebutlah mereka adalah dua orang tolol yang keduanya terjebak dalam napsu sesat. Mengambil jalan pintas untuk tak mau berurusan dengan skandal atau malah bisa disebut gila karena keteledoran.

Pun begitu, Sasuke memang tak berniat untuk melangkah jauh dalam hubungan apapun dengan wanita itu, lalu bertanggung jawab dengan memberikan wanita itu kartu kreditnya. Dan membiarkan saja wanita itu menghilang.