WEDDING HELL

Bab 22 Stronger (3)

Bab 22 Stronger (3)

Matanya lalu bergulir ke arah mobil putih yang tadi ditumpanginya. Di sana ada Kiba si lelaki ramah, dengan anjing putih gemuk yang mengekorinya sepanjang waktu.

.

Meski begitu, Hinata merasa tak pernah berteman dengan lelaki yang terang-terangan tak bisa mengalihkan perhatian darinya. Mencoba mencari perhatian dengan kelewat baik dan juga perhatian. Dan sebagai wanita yang terhormat, pandangan lelaki macam Kiba bisa menyebabkan masalah, terutama jika Sasuke tahu.

.

Sasuke lagi. Pembahasan tentang pria itu mau tak mau membuat Hinata tersenyum pahit, mengingat bahwa lelaki itu tak hanya membawa kebencian dan juga ambisi. Lebih dari itu mereka memiliki cinta yang mati-matian mereka sangkal.

Sebuah rasa yang dulu ditolak oleh keduanya namun urung untuk dibuang dan dilenyapkan. Cinta milik mereka lebih mirip seleksi alami dan membuat sebuah evolusi rasa.

Rapuh dan lemah awalnya, lalu mengakar kuat dan juga bertahan hidup. Lalu kini ada seleksi alam yang lebih dasyat hanya waktu yang menjawab apakah musnah ditelan zaman atau berkembang lebih kompleks dan juga beradap.

.

.

Hinata melihat siluet matahari tenggelam di ufuk barat. Seolah bersembunyi ke dasar samudra sebelum akhirnya muncul kembali di balik bukit. Sebuah hari baru telah di mulai.

.

"Hinata-san, sebaiknya kita segera kembali. Ibuku terus menelepon." cengirnya tidak enak.

.

Hinata mengangguk dan segera meninggalkan pantai dengan mengendarai mobil Kiba.

****

...

..

.

Kembali ke penginapan, setelah perjalanan yang lumayan panjang bersama Kiba dan anjingnya. Ia malah dikejutkan oleh sosok wanita dewasa yang memiliki aura sensual mematikan.