WEDDING HELL

31. The Scars (1)

Bab 31 The Scars (1)

.

Berhutang pada Gaara.

Dan Hinata tahu betul kalau apa yang Gaara lakukan sekarang pasti suatu saat akan ditagihnya. Tapi, ia tak lagi peduli, asal ia bisa mengenyahkan esistensi Megumi, tak masalah jika ia terpaksa menjauhi Sasuke sekalipun.

.

Menjejak kembali kediaman utama Hyuuga dengan langkah tegap. Dulu lorong itu tampak terjal untuknya, namun kini, lorong itu hanya berupa selasar kayu.

Mungkin karena pikirannya sudah terbuka, jadi segalanya tak lagi menakutkan seperti dahulu.

Berbelok ke ruangan Lotus, ia bertemu dengan perempuan itu. Perempuan yang mengenyahkan esistensi ibunya. Perempuan yang berlagak menyayanginya namun menusuk jantungnya. Perempuan yang telah membuatnya harus menanggung kerasnya hidup sebagai piatu.

.

Tatapan mereka bertemu. Hinata tersenyum culas. Ia mengangkat dagunya, memberi kesan kalau ia telah menang. Enggan untuk memberi kesempatan dirinya sendiri untuk berlaku sopan.

Wanita itu memang telah meneleponnya, terutama sejak Hanabi mendapatkan perawatan intensif karena keracunan.

Keh, dipikirnya Hinata bodoh, Hanabi jelas melakukan tindakan bunuh diri yang gagal. Karena setelah pulang dari apartemen Gaara, ia menenggak obat tidur. Kombinasi mabuk dan obat tidur seharusnya mengantarkan adiknya itu ke alam baka, sayang sekali mantan tunangan Gaara itu terlebih diselamatkan oleh asisten pribadi si adik yang tak sengaja terbangun.

Jadi di sinilah ia sekarang. Memegang kendali penuh atas kebahagiaannya sendiri.

Hinata, ada yang ingin kubicarakan. Kita akan berbicara di ruang peony.

Tak menjawab adalah pilihan Hinata. Ia tak merasa punya kewajiban untuk menyahut meski atas nama kesopanan. Namun kakinya melangkah mengekori ibu tirinya yang masih sangat cantik di usianya yang keempat puluh sembilan tahun. Terlalu cantik hingga Hinata muak melihat wajahnya.