WEDDING HELL

33. Pay Bill (1)

Bab 33 Pay Bill (1)

Ada yang berbeda di ruangan kerja Uchiha Manor. Empat Uchiha utama tampak duduk sambil menikmati teh hijau.

Madara menempati kursi di sisi yang berbeda, dan dengan minuman yang berbeda. Secangkir kopi arabika terbaik dari tanah rencong yang diimpornya.

Pembicaraan perihal rumah tangga Sasuke dan Hinata menjadi topik utama pagi itu di Uchiha Manor.

Perihal laporan Sabaku tentang pengianiayaan, -atau Sasuke mungkin berkata sebagai tonjokan, pada insiden dua minggu yang lalu.

Wajah Uchiha Fugaku tampak kaku akibat informasi itu. Ia tak menyangka, menghilangnya anak dan menantunya sewaktu di Okinawa berbuntut panjang semacam ini.

Bak efek domino, kemunculan Tobi menjadi pemicu memanasnya tiga klan terbesar di Jepang.

Bukan soal persaingan bisnis atau saham. Mereka jelas punya pangsa pasar yang berbeda.

Melainkan sebuah persoalan atas nama cinta. Iya, kalian tidak salah baca ketika persoalan yang meledak sekarang dihasilkan dari perasaan sentimentil yang berasal dari hati.

Alkisah, Sabaku memang telah mengirimkan lamaran kepada Hinata setelah putusnya Hinata dan Itachi tempo hari. Tapi alih-alih memilih pewaris utama Sabaku, yaitu Gaara, Hinata malah menerima pinangan mendadak Sasuke Uchiha tanpa proses penjajakan lebih dahulu.

Itachi justru pihak yang sumringah, merasa selamat dan beruntung karena tidak menemui persoalan semacam ini. Seolah melihat opera sabun, kini segala langkah mereka dikomentari.

Terasa agak aneh rasanya, jika dalam silsilah keluarganya mendadak tenar mengalahkan selebriti dengan topik yang sayang sekali berita basi. Cinta segitiga.

Untungnya bukan dia yang menjadi sorotan utama. Lain halnya dengan Sasuke yang kini menekuk muka. Ia tak suka jika masalah rumah tangganya harus dicampuri oleh pihak ketiga. Pun jika itu adalah orang tuanya sendiri. Tapi ia sadar betul bahwa segala hal yang terjadi sekarang adalah akibat ketololannya di masa lalu.