WEDDING HELL

Bab 38 Wild World (4)

Bab 38 Wild World (4)

Layar itu memberikan Hinata siluet seseorang yang sangat ia kenal. Berikut juga gambar anak kecil yang tertidur.

Hinata mencengkeram tangannya sendiri dalam kepalan. Ia tak pernah seemosi itu melihat seseorang. Tapi rupanya waktu justru menertawai kelemahannya sekarang.

Sasuke sedang memeluk anaknya dan menidurkannya di rumah sakit dengan membacakan dongeng Kaguya.

Hinata memicing, merasa kejutannya masih belum pada puncaknya. Karena yang ditampilkan Sasuke sekarang adalah peran yang tak pernah lelaki itu mau terima sebelumnya.

Hinata berdecih, enggan percaya Sasuke telah berubah. Ia tak ingin percaya kepada seorang keparat yang mengirimnya ke sini demi menjebak sahabatnya.

Setelah tayangan mengharu biru itu. Kemudian Sasuke tampak sendirian di meja kerjanya. Wajahnya tampak keras. Rahangnya mengatup erat, tampak penuh emosi.

Hinata menyunggingkan senyum Monalisa.

"Mungkin bagimu ini semua palsu." Nada pembuka Sasuke membuat Hinata mendengus.

"Karena kau tak pernah memberiku kesempatan untuk menunjukkan siapa aku, maka penting bagiku untuk memberikan kita jarak. Bukan untuk menjauh dan melepaskan diri. Tapi untuk membuktikan, bahwa jarak itu bisa membuat kita mengerti. Kita masih punya sisa kerinduan yang tersisa. Yang membuktikan itu cinta."

Hinata diam demi mengira-ngira apa yang sebenarnya terjadi.

"Karena kau selalu meragukanku, menjauhkanku. Kita tidak pernah punya ruang bersama dalam satu kesatuan. Maafkan aku, kalau inilah yang kupilih untuk membuktikan kepadamu. Aku merasa menyesal karena adanya dia. Tapi penyesalan terbesarku, adalah pernah mengabaikan dia dan membiarkan kau yang berjuang sendiri dan mengabaikan perananku.