WEDDING HELL

Bab 40 I'm The Best (2)

Bab 40 I'm The Best (2)

Hinata menatap wajah Sasuke yang kini makin mendekat. Lelaki itu mengecupnya dengan lembut dan menuntut. Hinata menyerah, memeberikan apa yang diinginkan suaminya, padahal masih jelas kemarin mereka bercinta habis-habisan di Macau sebelum paginya mereka terbang ke Hokaido. Namun lelaki itu justru kian haus bahkan setelah meneguk asmara mereka.

Mereka telah lama tersesat dalam sebuah api kebencian, dan kini api itu berkobar hebat karena sebuah kilat gairah? Kini Hinata bisa merekahkan senyumnya. Bayangan kemenangan telah menari-nari dalam benaknya. Ia kan memberikan Sasuke pelajaran paling berharga dalam kehidupan. Bahwa, yang paling diinginkan, justru bisa menjadi kelemahan. Memberikan Sasuke kesenangan yang besar, sebelum meninggalakn Sasuke dengan kekalahan telak yang mematikan.

Ia tak bodoh dengan memaafkan begitu saja perselingkuhan suaminya. Tapi, sebelum senjata itu di tangannya, maka ia akan menunggu. Sekaligus membiarkan Sasuke membanggakan dirinya sendiri karena berhasil menuntaskan semua masalah Hinata.

Oh, persetan dengan semuanya!

Ingatan akan perbincangannya dengan sang bibi membuka matanya. Ia tentu tak akan lupa bahwa para Uchiha selalu tunduk akan nafsu mereka sendiri, dan kali ini Hinata akan membuat Sasuke mengerti perasaannya. Sebuah perasaan mendamba akan sesuatu.

Jika Hinata mendamba melihat kehancuran Megumi, maka ia juga akan membuat Sasuke mendambanya hingga rela memberikan hidupnya. Sepertinya rencananya tinggal melangkah sedikit saja. Terutama ketika Sasuke sudah mendekat. Menatap Hinata dengan tatapan intens meminta jatahnya kembali. Dan Hinata dengans enang hati memberikan tubuhnya untuk dijamah dan dikoyak oleh kenikmatan yang membuat mereka berdua terbang tinggi. Sebuah sensasi yang menggulung mereka dalam sebuah gairah tak terpuaskan. Meminta untuk dipenuhi dan Sasuke tentu saja masih menjadi orang yang paling penasaran dengan tubuh istrinya sendiri. Seolah Hinata adalah harta karun yang tak pernah bisa selesai ia petakan. Sebuah samudra yang tak habis ia selami. Bahkan ketika Hinata dua kali orgasme dalam satu percintaan panas mereka. Ketika pekikan manja dan nama Sasuke diteriakkan, rasanya tak bisa merasa cukup.

Takkan bisa cukup ketika jikalau bayangan orang lain selalu mendamba istrinya. Membuatnya makin gemas kepada istrinya, ingin memuaskan sekaligus memberi pelajaran. Bahwa hanya Sasuke saja yang boleh menyentuh Hinatanya. Hanya Sasuke saja yang sanggup membuat Hinata orgasme berkali-kali dalam semalam. Sebuah kecemburuan akan Sabaku sialan yang membuatnya makin bergairah menjamah Hinata.

***P90***