WEDDING HELL

Bab 41 I'm The Best (3)

Bab 41 I'm The Best (3)

Tak ada sahutan di ujung sana, membuat Hinata memeriksa kembali ke layar ponselnya. Dan detikan waktu bicara masih berjalan merupakan bukti bahwa sambungan masih berlanjut.

Hinata mendengarkan beberapa detik yang hening namun kemudian suara Lady M mengalun. Wanita itu terkekeh, seolah ikut merayakan bahwa Hinata sudah merayakan keberhasilannya. "Baiklah, akan kuberikan kau hadiahmu." Ucapnya dengan tawa riang yang ditulari Hinata.

.

***p90***Langkah Sasuke tergesa. Di belakangnya, sangasisten Juugo dengan setia mengekor. Ucapan Hidan begitu membuatnya nyaris mati berdiri. Ia menyuruh Hidan untuk mengawal istrinya selama dalam misi pengasingan di Hokaido malah ia mendapat kejutan lagi.

Setelah masalah Gaara selesai, atau memaksa keluarga lelaki itu sendiri untuk mengikat pria gila itu dalam rumah mereka, kini masalah lain muncul.

Istrinya hilang?!

HILANG!

Dan kali ini bukan keluarganya yang membuat istrinya menghilang. Dan Sasuke jelas tidak menyukai ini.

Hinata kabur?!

Sialan!

Apa saja kerjanya si Hidan itu, huh?! Kalau mengatasi satu orang perempuan saja ia tak becus!

Oh, mungkin saja si Sasuke lupa bahwa satu perempuan itu juga seorang Uchiha yang bahkan menjadi anak emas bibinya yang memang menguasai jaringan Yakuza di provinsi itu.

Mungkin juga Sasuke masih lupa, bahwa pamannya Madara sang Perdana Mentri itu bisa tunduk dengan gampang di t QQangan sang bibi yang mengiming-imingi mau hamil lagi asalkan si paman memudahkan Hinata bisa menghilang dengan satu mantra; "Bye-bye."

Berengsek semuanya!

Sasuke mengumpat geram. Tingkat level kemarahannya sudah tidak bisa mentolerir keadaan ini.

Untuk apa dia harus membayar mahal agen dari Rusia itu jika istrinya sudah pergi ke antah berantah sana.

Hidan membungkuk sebentar ketika Sasuke datang. Kemudian berdiri tegak kembali dengan tampang datar. Ia tahu ia telah kecolongan, tapi sebagai seorang Agen, ia pantang meminta maaf untuk hal yang bukan kesalahannya.