WEDDING HELL

Bab 42 Crack (1)

Bab 42 Crack (1)

Crack*

"Kita sudah sampai pada akhirnya." Hiashi berkata dengan tenang. Sebuah ketenangan yang jelas tidak sesuai akan fakta prahara rumah tangganya sendiri. "Sudah saatnya ini diakhiri." Lelaki itu menyesap teh hijaunya dengan anggun. Mengabaikan gerakan gelisah Megumi.

Megumi Hyuuga mengepalkan tangan. Apa lelaki ini bercanda? Setelah umur penikahan mereka nyaris menyentuh angka perak tahun depan, dan tiba-tiba lelaki itu mengusulkan perceraian?! Ck..ck… Wanita ibu dari Hanabi itu menarik napas dalam-dalam sebelum bertindak brutal dengan mencekik Hiashi misalnya. "Anata…" suara Megumi masih selembut yang diketahui oleh Hiashi, namun lelaki itu jelas tahu kepalsuan di dalamnya. "Jangan terlalu terbawa emosi," Megumi berusaha menekan semua getaran emosinya.

Hiashi tersenyum, "kita sudah sepakat bahwa segala hal yang mengikat kita terurai jika Hinata sudah memiliki haknya."

Megumi menggeram marah, "setelah pengabdianku padamu kau mencampakkanku seperti ini?" telunjuknya mengetuk-ngetuk meja rendah di mana mereka biasa menghabiskan sore dengan menikmati teh dan juga kudapan.

"Kalau kau masih ingat, aku juga tidak berkorban sedikit untukmu." Tukas Hiashi. "Dan saham yang kau miliki sekarang bisa menghidupimu."

"Aku tidak butuh!"

Hiashi terkekeh, "jangan munafik, bukankah yang kau cari dari ayah Hikari adalah uang? Kau rela menjadi selingkuhan ayah angkatmu hingga hamil Hanabi bukankah demi harta?"

Megumi mengepalkan tangan, merasa harga dirinya baru saja diinjak oleh suaminya sendiri. Menelan ludahnya susah payah ia berusaha menenangkan dirinya. Ia tak ingin seperti Hikari, yang mengamuk dan justru dimanfaatkan Hiashi dengan mengirim wanita itu ke rumah sakit jiwa. Jika ia gila, maka seluruh hal yang telah ia perjuangkan akan hilang bagai debu. Megumi meraih kembali ketenangannya. Ia memandang suaminya dengan dagu terangkat. Segala lemah lembut itu menghilang begitu saja, "kau menghianatiku, Hiashi."