WEDDING HELL

Bab 45 One More Light (1)

Bab 45 One More Light (1)

One More Light*

.

Mei Terumi menatap lautan lepas di hadapannya. Bibirnya yang merah tak lagi merekah dan berbuah sumpah serapah. Ketika satu sesi telepon membuyarkan segala kemenangan itu. Ia seharusnya duduk berdua dengan Hinata, di suatu pantai yang indah dengan segelas es segar dan menertawai segala ketololan lelaki mereka. Bukan malah terjeat dalam situasi mencekam seperti serangan teroris semacam ini.

Mei mengetatkan rahang. Ia benar-benar murka. Jelas, ada beberapa hal yang seharusnya bisa ia kendalikan justru meleset jauh dari angannya. Sementara itu kini ia justru sedang mengupayakan keselamatan Hinata dan juga untuk dirinya sendiri. Suaminya benar-benar marah hingga mengabaikan dirinya dan menyuruhnya membereskan masalah ini segera. Madar tidak [ernah sekeras itu, lelaki tua itu akan mengalah, namun kali ini suaminya bahkan mengancam membekukan semua aset milik anggotanya. Sialan, siapa sih bajingan tengik yang berani sekali membuyarkan permainannya?!

Menuju markas utama, wanita itu tak lagi sempat memberikan senyum dan sapaan basa-basi. Karena tapat setengah jam kedatangannya ia telah mengumpulkan semua kepala anak buahnya dalam satu ruangan besar.

"Keparat! Siapa yang berani bermain denganku, huh?!" nada pembuka Mei begitu menggelegar, lengkap dengan menggulingkan meja rendahnya sendiri. Ia dalah gunung meletus yang memuntahkan semua lava dan menghanguskan kuping yang mendengarnya.

Istri sang perdana mentri tak juaga berhenti di aksi menggulingkan meja, ia mencabut katana milik keluarganya dan menancapkan di atas meja itu. Temukan si penghianat itu segera, pastikan ia hidup untuk menerima balasanku! desisnya murka.

.

****

Seharusnya, Hinata telah sampai di Karibia. Wanita itu jelas berhasil menyelinap dari Hokaido lalu meluncur ke Okinawa untuk menjenguk anaknya berkat bantuan si cheetah—Macan cantik istri Madara Uchiha. Menurut rencana, setelah ia menghabiskan waktu dengan Tobi, Hinata akan ke Karibia dengan Mei, namun rencana itu bagai istana pasir yang tersapu ombak. Bagian buruknya, ombak itu berada dalam organisasi Mei Terumi sendiri.

Kado indah jikalau Hinata berhasil menekuk lutut Uchiha Sasuke untuk memohon kepadanyaMei akan memberinya sebuah tiket melarikan diri spektakuler lalu tertawa-tawa. Menikmati kebodohan suami keparat mereka dan drama keluarga di mana sang suami berjuang demi menyenangkan istrinya.

Sayang sekali, satu kecerobohan merusak semua rencana indah itu.

Mei menggigit bibir. Menipiskan ego, merain telepon selulernya. Menekan angka satu.