WEDDING HELL

Bab 49 Hell (1)

Bab 49 Hell (1)

Temari Nara, tidak pernah sekacau itu. Tidak dalam waktu sepuluh tahun belakangan.

Tapi, adik kecilnya selalu berhasil membuatnya kalang kabut. Bahkan mengabaikan baby sister yang tampak kesulitan menggendong balita di belakangnya.

Ia tahu semua akan berakhir seperti ini. Jika ada pepatah cintamu membunuhmu, maka Gaara adalah salah satu orang diantaranya. Gaara adalah sebuah cermin dari ibu mereka. Sensitif, impulsif dan sangat posesif. Rela mati demi mendapatkan sedikit saja perhatian dari orang yang yang dicintai.

Hinata Hyuuga ada di sana, wajahnya pucat dengan pandangan kosong. Perempuan itu jelas mengalami trauma yang mengguncang. Tapi Temari tidak bisa untuk kasihan. Karena pandangan kosong seperti itu justru tampak menakutkan baginya. Seperti laut tenang yang akan terjadi tsunami.

"Kau tidak ingin menjelaskan apapun?" Tanpa mengalihkan pandangan, Temari masih menatap adiknya yang ada di balik ruangan isolasi itu.

"Semua salahku. Dia rela mati menyelamatkanku."

Temari menggigit lidahnya agar bisa mengatasi rasa gemas dan marahnya. Ia tak ingin melukai perempuan yang digilai adiknya. Karena Hinata adalah 'harta berharga' yang akan selamanya dilindungi Gaara. Tapi ia butuh sesuatu yang riil, yang ingin di dengar. Karena tak mungkin Gaara menyelamatkan Hinata hingga tenggelam sementara ia yakin adiknya bisa berenang tiga jam nostop tanpa berhenti. Gaara adalah monster, yang tidak kan mengeluh sakit jika dimatanya ada Hinata. Lelaki yang akan hidup demi Hinatanya.

"Katakan kepadaku, siapa dia?!"

Hinata bungkam.

"Haruskah suamiku yang turun tangan langsung dan membahayakan Madara?!"

Hinata memejamkan mata. Masih bertahan dalam diamnya. Temari hilang kesabaran. Buru-buru ia mengeluarkan gawainya dari saku dan hendak mendial nomor Shikamaru ketika tangannya ditampik hingga ponsel pintarnya terbanting ke lantai.

"Megumi."

Satu nama itu berhasil mengunci pergerakan Temari. Seolah bom yang diledakkan oleh Hinata belum cukup, maka Hinata memberikan tembakan langsung yang membuatnya kehilangan napas.

"Megumi-orang yang sama yang menyebabkan ibumu bunuh diri. Dan ibu dari perempuan yang tengah mengandung keponakanmu."

"Katakan bahwa kau bohong!"

"Tidak!" jawab Hinata dingin. "Sekarang Hanabi memang mengandung anak Gaara, Temari-san."