WEDDING HELL

Bab 51 Siren (1)

Bab 51 Siren (1)

.

Siren

****

Mungkin, Hinata tahu kalau bayangan yang bersembunyi dipikirannya itu sangat mudah untuk datang. Merayunya dalam kegelapan hatinya sendiri.

Ia tahu semenjak hari itu. Bagaimana ia merasa puas dengan menghakimi Rei Sabaku, atau dengan mudah mengancam Hanabi.

Tapi yang terburuk daripada itu adalah, meminta Mei Terumi membereskan Megumi. Mempermalukannya, dengan menjadikan keunggulan Megumi dalam memuaskan lelaki, sebagai alat untuk balas dendam.

Lucunya, ia merasa begitu senang melihat hancuran Megumi, tak terbesit sedikitpun perasaan kasihan. Bahkan ketika memberikan kado Rei, berupa adegan porno itu, ia menikmati raut muka frustasi ayah dari Gaara itu.

Pelan, ia mengerti. Ia telah kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Ia tanpa sadar, tidak lagi merasa khawatir ketika Tobi mengalami kecelakaan dan menganggap bahwa anaknya itu cukup tangguh menghadapi semuanya tanpa ada lagi campur tangannya.

Meski Tobi tak sekalipun mengeluh dan berkata ia akan baik-baik saja, dan melarangnya juga Sasuke, untuk mengunjungi asramanya, tapi seharusnya sebagai calon ibu, ia punya rasa empati terhadap buah hatinya. Tapi kenapa hatinya masih kosong. Hampa, dan ia merasa kehilangan banyak makna karena tak ingin memiliki belas kasih.

Hiashi pun, tampaknya menyadari perubahan Hinata, namun lelaki tua itu memilih bungkam demi menjaga kewarasannya sendiri. Sebab, ia tahu dari mana penyakit Hinata itu bermula. Dari ketololannya karena bersedia berkongsi dengan Megumi.

Bila kedua Hyuuga itu abai, lain cerita dengan Sasuke. Menyadari ketidak beresan istrinya semenjak kematian Gaara. Ia merasa resah.